DUNIA DALAM SERUPUT KOPI

DUNIA DALAM SERUPUT KOPI
CERPEN #1
Sore itu langit terlihat cerah, angin  sepoi menghembus dari arah tak menentu, menemani sorenya Om Bon di teras depan rumah. Dengan segelas kopi takaran khas istri tercinta, terasa dunia seakan milik pribadi, sementara lainnya ngontrak. "Ufffffff, Uwehhh buatan istri memang tidak ada duanya” pujian atas rasa kopi dari istri tercinta di layangkang ke langit seakan hendak memberitahukan kepada para malaikat, bahwa Bidadari itu tidak hanya di syurga, istri tercinta adalah bidadari dunia. 
Seperti  biasanya, Masyarakat di desa setempat berlalu Lalang melewati depan teras rumahnya  Om Bon karena memang akses jalanan yang biasa dilewati tepatnya berada di depan teras rumahnya Om Bon.

 Dengan santai sembari menikmati kopi, suara terdengar dari arah tepat kamar depan rumah Om Bon. 
“Bon, Bon, Bon, Bon Bon” Suara Om Cit memecah di antara orang-orang yang melintasi jalan tersebut. 
“aku kenal suara siapa ini, sudah pasti suara emasnya si Cit itu,  "ehh Cit Masya Allah sudah lama tidak jumpa kita, mampir dulu sebentar”
Dua sahabat lama semasa berada di bangku sekolah menengah pertama dulu Kembali berkumpul setalah sekian lama tidak jumpa karena kesibukan masing-masing. 

Dulu Om Bon dan Om Cit merupakan dua sijoli yang sejak lama sudah sering ngabisin waktu semasa mereka berada di bangku Sekolah Menengah Pertama. Namun keduanya harus berpisah lantaran memilih mengejar cita-cita. Om Bon yang dulunya ingin menjadi Politisi sementara Om Cit ingin jadi Polisi. 
"Ehh Bon gimana kabarmu" Om Cit memulai pembicaraan. 
"Alhamdulillah sehat afiat, Cit. Kabar kamu gimana  ?" Pertanyaan balik dilempar oleh Om Bon. 
"Umai, Umai, bantu buatkan kopi tuk Om Cit". Om Bon dengan panggilan sayang kepada istri tercinta dimintanya buatkan kopi untuk Om Cit. 
" Iya Yah, bentar Yah". Suara sautan dari Istri tercinta Om Bon dari bilik kamar. 

"Masya Allah Bon, tidak perlu repot-repot begitu,  aku rasa jadi tidak enakan nih. By the way terimakasih yah" Dengan sedikit tersnyum menatap wajah Om Bon. 
"Akhhhh macam baru kenal saja kita, Cit. Iya sama-sama Cit". 
" Yah, ini kopinya " Istri Om Bon memotong pembicaraan. 
"Masya Allah, Terimakasih" Jawab Om Bon. 
"Khmm khmm" Suara batuk Om Cit memecahkan suasana. 
"Ehh Cit, kenalkan ini istri tercinta dan tercantik aku, namanya Khumairah" Dengan Nada bangga memuji istrinya. 
"Hmm Ayah, jangan berlebihan gitu ahh, aku malu" Dengan nada lembut khasnya. 
Om Cit hanya bisa menikmati drama romantis dari mereka. 

"Ehh Cit keluarga kamu gimana  ? " Om Bon memulai pembicaraan lagi. 
"Ohh iya, keluarga aku Alhamdulillah" Dengan nada sedikit pesimis. 



Komentar

Postingan Populer